Kadang kita merasa makan tidak terlalu banyak, tapi kok berat badan naik terus? Nah, bisa jadi masalahnya bukan cuma dari jumlah makanan, tapi dari jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ada beberapa makanan yang kelihatannya biasa saja, bahkan sering dianggap sebagai camilan atau minuman pelepas dahaga, ternyata kalorinya cukup tinggi. Kalau dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi aktivitas fisik, berat badan pun bisa naik pelan-pelan tanpa terasa. Jadi, buat kamu yang sedang berusaha menjaga berat badan, tujuh makanan dan minuman berikut ini sebaiknya mulai diperhatikan.
1. Gorengan — Siapa sih yang bisa nolak gorengan hangat? Bakwan, tahu isi, pisang goreng, sampai cireng memang enak banget buat teman nongkrong. Masalahnya, makanan yang digoreng bisa menyumbang banyak kalori, terutama jika minyak yang digunakan cukup banyak.
2. Minuman Manis — Es teh manis, kopi susu kekinian, boba, sampai minuman kemasan sering mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Karena berbentuk cair, kita kadang tidak merasa sedang mengonsumsi banyak kalori.
3. Fast Food — Burger, ayam goreng tepung, pizza, dan kentang goreng memang praktis sekaligus menggoda. Kombinasi karbohidrat, lemak, saus, dan topping membuat kalorinya bisa cepat menumpuk.
4. Donat dan Pastry — Rasanya ringan, tetapi jangan tertipu. Donat, croissant dengan isian, dan pastry manis biasanya mengandung tepung, gula, mentega atau margarin, sehingga kalorinya cukup padat.
5. Keripik dan Snack Kemasan — Makanan seperti keripik kentang, kerupuk, dan berbagai snack kemasan gampang banget dimakan sambil nonton. Karena ukurannya kecil, kita sering tidak sadar sudah menghabiskan satu bungkus.
6. Es Krim — Rasanya memang menyegarkan, tetapi es krim umumnya mengandung gula dan lemak. Apalagi kalau ditambah saus cokelat, biskuit, atau topping lainnya.
7. Mie Instan — Mie instan bukan berarti otomatis bikin gemuk, tetapi porsinya sering ditambah telur, sosis, kornet, keju, atau dimakan bersama nasi. Kombinasi tersebut bisa membuat total asupan kalorinya menjadi jauh lebih tinggi.
Fakta menariknya, minuman manis justru bisa menjadi salah satu jebakan terbesar bagi orang yang sedang menjaga berat badan. Ketika makan makanan padat, tubuh biasanya lebih mudah memberikan sinyal kenyang. Sementara itu, kalori dari minuman sering terasa seperti “tidak makan apa-apa”. Bayangkan saja, dalam sehari seseorang bisa minum kopi susu pagi hari, es teh saat makan siang, minuman manis sore hari, lalu minum boba atau minuman kemasan malamnya. Meskipun setiap minuman terlihat kecil, kalau dikumpulkan jumlah kalorinya bisa cukup besar. Hal unik lainnya, makanan yang terlihat sedikit belum tentu kalorinya sedikit. Segenggam keripik misalnya mungkin tidak terasa mengenyangkan, tetapi kalau terus dimakan sambil bekerja atau menonton, jumlahnya bisa bertambah banyak. Jadi, bukan berarti kamu harus menghapus semua makanan di atas dari menu. Yang lebih penting adalah seberapa sering, seberapa banyak, dan bagaimana pola makan secara keseluruhan. Berat badan pada dasarnya dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk dari makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh.
Jadi, kalau berat badan mulai naik tanpa terasa, coba cek lagi kebiasaan makan dan minum sehari-hari. Gorengan, minuman manis, snack, atau makanan favorit lainnya sebenarnya tetap boleh dinikmati, asal porsinya tidak berlebihan dan tidak menjadi kebiasaan setiap hari. Kuncinya bukan berhenti makan enak, tapi lebih pintar mengatur pola makan.